Bandung, 15 Maret 2013

 

Surat gugatan

Kepada :

Yang terhormat Bapak Ketua

Pengadilan Negeri Bandung

di_

Bandung

 

Dengan Hormat,

 

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya :

Zulfadly Hasibuan, S.H., Advokat, berkantor di Jalan Kamboja No.319 Lembang, Bandung, berdasarkan surat kuasa tanggal 15 Maret 2013, terlampir, bertindak untuk dan atas nama :

Rinto Panggabean, bertempat tinggal di Jalan Cempaka putih No.24 Lembang, Bandung, dalam hal ini memilih tempat kediaman hukum (domisili) di kantor kuasanya tersebut diatas. Hendak menandatangani dan memajukan surat gugatan ini, selanjutnya akan disebut PENGGUGAT.

 

Dengan ini penggugat hendak mengajukan gugatan terhadap:

Wisnu pratama bin Walid, bertempat tinggal di Jl. Genangan Sepuh No.12 Kota Bandung, selanjutnya akan disebut TERGUGAT.

 

Adapun mengenai duduk persoalannya adalah sebagai berikut :

Bahwa pada tanggal 28 Februari 2013 tergugat telah mengadakan perjanjian jual beli mobil dengan penggugat, dengan merk Toyota Harrier dengan nomor polisi D 703 LU seharga Rp. 650.000.000,- (enam ratus lima puluh juta rupiah), seperti terbukti dari perjanjian yang ditandatangani oleh Penggugat tertanggal 28 Februari 2013 (vide bukti P-1, foto copy terlampir);

 

Sebagai pelaksanaan dari perjanjian tersebut diatas, Penggugat juga telah membayar Uang Panjer (Down Payment) sebagai tanda jadi sebesar 10% (sepuluh persen) dari nilai perjanjian, yaitu sebesar Rp.65.000.000,- (enam puluh lima juta rupiah) seperti terbukti dalam kwitansi tanda penerimaan uang tertanggal 28 Februari 2013 (vide bukti P-2, foto copy terlampir);

 

Dalam perjanjian tersebut diatas juga disepakati bahwa pelunasan akan dilaksanakan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender sejak ditandatangani perjanjian yaitu jatuh pada tanggal 07 Maret 2013.

 

Bahwa pada tanggal 07 Maret 2013, Penggugat berniat untuk melunasi harga yang telah disepakati tersebut, namun ketika Penggugat datang ke showroom milik penggugat oleh Customer Service yang pada saat itu bertugas pada Showroom milik Tergugat (Pak Mizan), mobil yang dimaksud dinyatakan telah terjual.

 

Ternyata pada tanggal 07 Maret 2013 Tergugat telah tidak menepati janjinya dengan melakukan transaksi penjualan terhadap mobil sebagaimana dimaksud dengan Sdr. Ridwan bin Titan seharga Rp. 670.000.000,- (enam ratus tujuh puluh juta rupiah) sebagaimana terbukti dalam kwitansi tanda penerimaan uang tertanggal 06 Maret 2013 (vide bukti P-3, foto copy terlampir);

 

Bahwa penggugat juga telah menyampaikan teguran secara lisan kepada tergugat, dan meminta pengembalian uang panjer (Down Payment) namun tergugat tidak mengindahkannya dan kemudian menawarkan untuk mengganti dengan kendaraan lain yang sama sekali tidak diinginkan oleh Penggugat;

 

Bahwa atas perbuatan tergugat yang telah cedera janji (WANPRESTASI) tersebut, sudah jelas sekali tergugat telah menghina, membohongi, tidak memiliki itikad baik dan hal tersebut sangat merugikan bagi penggugat;

 

Bahwa untuk kerugian tersebut, wajar penggugat meminta pengembalian uang panjer (down payment) secara utuh ditambah dengan tambahan kerugian imateriil sebesar 200% (dua ratus persen) dari uang panjer (Down Payment) yang telah disetorkan sebagai ganti rugi kepada tergugat.

 

Maka berdasarkan segala apa yang terurai diatas, penggugat mohon dengan hormat sudilah kiranya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berkenan memutuskan:

 

PRIMAIR :

1. Menghukum tergugat untuk membayar ganti rugi berupa pengembalian uang panjer (Down Payment) dan kerugian imateriil sebesar Rp. 195.000.000,- (seratus sembilan puluh lima juta rupiah) kepada penggugat dengan seketika dan sekaligus;

2. Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara ini;

3. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dahulu (uitvoerbaar bij voorraad) meskipun timbul verzet atau banding.

 

Apabila Majelis Hakim berpendapat lain :

SUBSIDIAIR : Dalam peradilan yang baik, mohon keadilan yang seadil-adilnya (ex acquo et bono).

Hormat kuasa penggugat,

 

 

 

 

 

 

Zulfadly Hasibuan, S.H.